
Surat Al Munafiqun ayat 11
"Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan kematian seseorang apabila datang waktu kematiannya"
tidak diragukan lagi bahwa kita akan mati
tidak peduli sesehat apapun kita sekarang, akhirnya akan mati juga
oleh karena itu mati tidak perlu kita takuti, karena pasti terjadi
tapi kita perlu takut pada apa yang akan terjadi setelah mati
Nabi bersabda :
"sesungguhnya kubur itu adalah permulaan tempat-tempat akhirat
bila pemiliknya selamat darinya, maka apa yang ada sesudahnya itu lebih mudah darinya
kalau pemiliknya tidak selamat darinya, maka apa yang ada sesudahnya itu lebih berat lagi"
renungan kisah ..
lirihan seorang gadis yg baru di tinggal mati ayahnya ..
wahai ayahku ..
engkau telah kukafani dengan sebungkus kafan, tetapi masihkan engkau mengenakan kafan itu besok?
aku telah meletakkan tubuhmu yang segar bugar dalam kubur, masih bugarkah engkau? atau sudah mulai digerogoti cacing?
ayahku ..
orang-orang alim mengatakan bahwa semua hamba besok akan ditanya tentang imannya
diantara mereka ada yang menjawab, namun ada yang cuma membisu
adalah ayah nanti bisa menjawab? atau hanya membisu?
ayahku ..
orang alim berkata bahwa kuburan itu bisa dibuat lebih luas ataupun lebih sempit
bagaimanakah kuburan ayah? bertambah luaskah atau bertambah menyempit?
ayahku ..
orang alimpun berkata bahwa kain kafan orang yang meninggal ada yang diganti dengan kain kafan surga, adapula yang dari neraka
kain kafan darimanakah yang ayah gunakan sekarang?
ayahku ..
orang alim berkata bahwa kuburan itu merupakan secuil taman dari taman di surga, namun juga merupakan sebuah lubang dari lubang neraka
yang kupikirkan, bagaimana kuburan ayah sekarang? taman surgakah atau lubang neraka?
ayahku ..
orang alim berkata bahwa liang kubur bisa menghangati mayat dengan memeluknya seperti pelukan ibu kepada anaknya,
namun bisa juga menjadi lilitan erat yang meremukkan tulang-tulang si mayat
bagaimana keadaan tubuh ayah sekarang? pelukan manakah yang ayah rasakan?
ayahku ..
orang alim berkata bahwa orang yang dikebumikan itu ada yang menyesal mengapa dulu tidak memperbanyak amalan bagus namun malahan mengumbar maksiat
yang kutanyakan pada ayah sekarang
apakah ayah termasuk orang yang menyesal karena perbuatan maksiat? ataukah yang menyesal karena sedikit melakukan amal kebaikan?
ayahku ..
dahulu setiap aku memanggilmu tentu engkau selalu menjawab
namun kini engkau ku panggil-panggil tak lagi mau menjawabku
engkau kini tlah berpisah denganku, dan tak bersua lagi sampai hari kiamat
semoga Allah tidak menghalangi perjumpaanku denganmu
seandainya perkataan ini diajukan oleh anak kita yang kita cintai pada waktu kita baru dikubur, bagaimana perasaan kita? mampukah kita menjawabnya?
*diambil dari rekaman acara radio galeri MQ
»» read more
Fino Yurio Kristo - detikinet
Washington - Internet telah mengubah banyak hal. Penghargaan bernama Webby Awards, coba mengelompokkan 10 peristiwa di dunia internet yang paling dahsyat dalam 1 dekade terakhir.
Popularitas Craigslist sampai awal ekspansi Facebook masuk di dalamnya. Daftar ini termasuk momen yang memang sudah terasa dampak besarnya sejak awal atau even biasa saja, namun terbukti amat berpengaruh di kemudian hari.
Sepuluh momen yang ada tidak dirangking melainkan dianggap sama pentingnya. "Seberapa pentingnya itu tergantung siapa Anda dan tertarik pada apa," ucap David-Michel Davies, Executive Director Webby Awards.
Dikutip detikINET dari CNN, Kamis (19/11/2009), berikut 10 momen terpenting di dunia internet versi Webby Awards menurut waktu terjadinya:
- Tahun 2000: Situs iklan Craigslist berekspansi dari basisnya di San Francisco. Popularitasnya meledak dan dinilai sebagai contoh peralihan iklan koran ke online.
- Tahun 2000: Peluncuran layanan Google AdWords. Layanan ini dinilai membuat para pengiklan online lebih baik dalam menarget konsumen yang diinginkan.
- Tahun 2001: Peluncuran Wikipedia, yang dipuji sebagai permulaan proyek kolaborasi online dunia. Saat ini, Wikipedia telah memiliki lebih dari 14 juta artikel.
- Tahun 2001: Napster ditutup. Penutupan situs file sharing ini dinilai memicu pertumbuhan situs musik legal seperti Hulu atau iTunes.
- Tahun 2004: Penawaran awal saham Google ke publik. Langkah ini dinilai sebagai awal Google menjadi raksasa internet berpengaruh saat ini.
- Tahun 2006: Revolusi video online yang dipicu YouTube. Bandwidth yang lebih cepat, kamera video yang murah, memicu ledakan video online.
- Tahun 2006: Facebook dibuka ke publik luar kampus dan awal Twitter lahir. Revolusi jejaring sosial online dipicu oleh dua situs ini.
- Tahun 2007: Debut smartphone iPhone. Ponsel Apple ini memicu popularitas aplikasi ponsel via internet yang sekarang seakan jadi barang wajib.
- Tahun 2008: Dominasi internet di pilpres Amerika Serikat. Belum pernah terjadi sebelumnya pertarungan capres sangat dipengaruhi aktivitas di dunia maya.
- Tahun 2009: Protes pemilu Iran via internet, utamanya Twitter. Dengan pemblokiran akses wartawan, Twitter jadi andalan menyebar berita mengenai Iran saat itu. ( fyk / faw )
sumber : detik.com
»» read more
Semoga bisa mengambil hikmah/pelajaran dari cerita dibawah ini :
Cerita bermula ketika aku masih kecil, aku terlahir sebagai seorang anak laki-laki di sebuah keluarga yang miskin. Bahkan untuk makan saja, seringkali kekurangan. Ketika makan, ibu sering memberikan bahagian nasinya untukku. Sambil memindahkan nasi ke mangkukku, ibu berkata : “Makanlah nak, aku tidak lapar” ———-KEBOHONGAN IBU YANG PERTAMAKetika saya mulai tumbuh dewasa, ibu yang gigih sering meluangkan waktu senggangnya untuk pergi memancing di kolam dekat rumah, ibu berharap dari ikan hasil pancingan, ia dapat memberikan sedikit makanan bergizi untuk pertumbuhan. Sepulang memancing, ibu memasak sup ikan yang segar dan mengundang selera. Sewaktu aku memakan sup ikan itu, ibu duduk disamping kami dan memakan sisa daging ikan yang masih menempel di tulang yang merupakan bekas sisa tulang ikan yang aku makan. Aku melihat ibu seperti itu, hati juga tersentuh, lalu menggunakan piringku dan memberikannya kepada ibuku. Tetapi ibu dengan cepat menolaknya, ia berkata : “Makanlah nak, aku tidak suka makan ikan” ———-KEBOHONGAN IBU YANG KE DUA
Sekarang aku sudah masuk Sekolah Menengah, demi membiayai sekolah abang dan kakakku, ibu pergi ke koperasi untuk membawa sejumlah kotak mancis untuk ditempel, dan hasil tempelannya itu membuahkan sedikit uang untuk menutupi kepentingan hidup. Di kala musim sejuk tiba, aku bangun dari tempat tidurku, melihat ibu masih bertumpu pada lilin kecil dan dengan gigihnya melanjutkan pekerjaannya menempel kotak mancis. Aku berkata : “Ibu, tidurlah, sudah malam, besok pagi ibu masih harus kerja.” Ibu tersenyum dan berkata : “Cepatlah tidur nak, aku tidak ngantuk” ———-KEBOHONGAN IBU YANG KE TIGA
Ketika ujian tiba, ibu meminta cuti kerja supaya dapat menemaniku pergi ujian. Ketika hari sudah siang, terik matahari mulai menyinari, ibu yang tegar dan gigih menunggu aku di bawah terik matahari selama beberapa jam. Ketika bunyi loceng berbunyi, menandakan ujian sudah selesai. Ibu dengan segera menyambutku dan menuangkan teh yang sudah disiapkan dalam botol yang dingin untukku. Teh yang begitu kental tidak dapat dibandingkan dengan kasih sayang yang jauh lebih kental. Melihat ibu yang dibanjiri peluh, aku segera memberikan gelasku untuk ibu sambil menyuruhnya minum. Ibu berkata : “Minumlah nak, aku tidak haus!” ———-KEBOHONGAN IBU YANG KE EMPAT
Setelah kepergian ayah karena sakit, ibu yang malang harus merangkap sebagai ayah dan ibu. Dengan berpegang pada pekerjaan dia yang dulu, dia harus membiayai keperluan hidup sendiri. Kehidupan keluarga kita pun semakin susah dan susah. Tiada hari tanpa penderitaan. Melihat kondisi keluarga yang semakin parah, ada seorang paman yang baik hati yang tinggal di dekat rumahku pun membantu ibuku baik masalah besar maupun masalah kecil. Tetangga yang ada di sebelah rumah melihat kehidupan kita yang begitu sengsara, seringkali menasehati ibuku untuk menikah lagi. Tetapi ibu yang memang keras kepala tidak mengindahkan nasehat mereka, ibu berkata : “Saya tidak butuh cinta” ———-KEBOHONGAN IBU YANG KE LIMA
Setelah aku, kakakku dan abangku semuanya sudah tamat dari sekolah dan bekerja, ibu yang sudah tua sudah waktunya pensiun dan beristirahat. Tetapi ibu tidak mahu, ia rela untuk pergi ke pasar setiap pagi untuk jualan sedikit sayur untuk memenuhi keperluan hidupnya. Kakakku dan abangku yang bekerja di luar kota sering mengirimkan sedikit uang untuk membantu memenuhi keperluan ibu, tetapi ibu berkeras tidak mau menerima uang tersebut. Malahan mengirim balik uang tersebut. Ibu berkata : “Saya ada uang” ———-KEBOHONGAN IBU YANG KE ENAM
Setelah lulus dan mendapatkan ijazah, aku pun melanjutkan pelajaran untuk buat master dan kemudian memperoleh gelar master di sebuah universiti ternama di Amerika berkat sebuah biasiswa di sebuah syarikat swasta. Akhirnya aku pun bekerja di syarikat itu. Dengan gaji yang lumayan tinggi, aku bermaksud membawa ibuku untuk menikmati hidup di Amerika. Tetapi ibu yang baik hati, bermaksud tidak mahu menyusahkan anaknya, ia berkata kepadaku : “Aku tak biasa tinggal di negeri orang” ———-KEBOHONGAN IBU YANG KE TUJUH
Setelah memasuki usianya yang tua, ibu terkena penyakit kanker usus, harus dirawat di hospital, aku yang berada jauh di seberang samudera atlantik terus segera pulang untuk menjenguk ibunda tercinta. Aku melihat ibu yang terbaring lemah di ranjangnya setelah menjalani pembedahan. Ibu yang kelihatan sangat tua, menatap aku dengan penuh kerinduan. Walaupun senyum yang tersebar di wajahnya terkesan agak kaku karena sakit yang ditahannya. Terlihat dengan jelas betapa penyakit itu menjamahi tubuh ibuku sehingga ibuku terlihat lemah dan kurus kering. Aku menatap ibuku sambil berlinang air mata. Hatiku perit, sakit sekali melihat ibuku dalam keadaan seperti ini. Tetapi ibu dengan tegarnya berkata : “Jangan menangis anakku, Aku tidak kesakitan” ———-KEBOHONGAN IBU YANG KE DELAPAN.
Setelah mengucapkan kebohongannya yang kedelapan, ibuku tercinta menutup matanya untuk yang terakhir kalinya. Dari cerita di atas, saya percaya teman-teman sekalian pasti merasa tersentuh dan ingin sekali mengucapkan : “Terima kasih ibu..!” Coba kita renungkan, sudah berapa lamakah kita tidak menelepon ayah ibu kita? Sudah berapa lamakah kita tidak menghabiskan waktu kita untuk berbincang dengan ayah ibu kita? Di tengah-tengah aktiviti kita yang padat ini, kita selalu mempunyai beribu-ribu alasan untuk meninggalkan ayah ibu kita yang kesepian. Kita selalu lupa akan ayah dan ibu yang ada di rumah. Jika dibandingkan dengan pasangan kita, kita pasti lebih peduli dengan pasangan kita. Buktinya, kita selalu risau akan kabar pasangan kita, risau apakah dia sudah makan atau belum, risau apakah dia bahagia bila di samping kita. Namun, apakah kita semua pernah merisaukan kabar dari orangtua kita? Risau apakah orangtua kita sudah makan atau belum? Risau apakah orangtua kita sudah bahagia atau belum? Apakah ini benar? Kalau ya, coba kita renungkan kembali lagi… Di waktu kita masih mempunyai kesempatan untuk membalas budi orangtua kita, lakukanlah yang terbaik. Jangan sampai ada kata “MENYESAL” di kemudian hari.
Mom's
Cukup sabar aku untuk menanti waktu tiba
Cukup Besar aku untuk mengenal cinta
Cukup tanggap aku untuk menuai bahaya . .
Hingga kini kian tahun kian berkurang umurku
Berlari mengejar masa depanku
Hendak wujudkan semua mimpimu
Bahagiakan mu kelak sebagai balasku . .
Tiada sejenak kulupakan tabah wajahmu
Tiada daya upaya kan ku capai tanpa doamu . .
Saat kau terlelap
Begitu berat ku dengar nafasmu
Namun begitu ikhlas raut mu
Sampai hari ini . .
Nasehat mu tak kan ku lupa
Petuah mu sebisa ku jalani
dekatkan diri pada ILLAHI . .
Tiada banding kasih sayang mu
Tiada tanding perjuangan mu
Penuhi kebutuhan ku
Dan cukupi keluargamu . .
Tak ku bisa bendung air mataku
Tumpahkan kan jerit hatiku malam ini . . i love u mom's . .' 
from :
nDrey
»» read more